Jakarta 11 Oktober 2009
Dalam hidup ini memang kita harus menyatakan dirikita bahwa kita itu ada - existemsi - menentukan akan kearah mana hidup kita ini di arahkan. Semuanya itu apa yang kita inginkan tidaklah di jatuhkan Tuhan begitu saja dari langit, tapi melalui jalur atau pintu masuk dari mana Tuhan menyalurkan atas permintaan doa kita tersebut.
Jadi fight atau berjuang membuktikan bahwa kita hidup - bahkan dalam ayat pertama yang diwahyukan Tuhan melalui Nabi besar kita Muhammad swa. 'Iqrak' bacalah - artinya kita tak boleh diam dan berdoa saja - tapi berusaha untuk dapat mengerti akan kehidupan ini.
Semoga Tuhan selalu membimbing kita
Amien
Rizal_fight
Setuju pa ...
ReplyDeleteDoa tanpa ikhtiar adalah sia-sia
Ditunggu renungan berikutnya.
Sepertinya tulisan papa ada benang merahnya dengan tulisanku yang ini :
ReplyDeleteDuhai Takdir dan Duhai Nasib.
Terduduk di batas harap
Kurayu siang, N`tuk tidak temui malam
Kuancam malam, N`tuk jangan menjemput siang
Namun semua sia-sia
Itulah takdir !
Itulah suratan !
Bukan salah retakan tangan
Pasti !
Termangu di batas sesal
Kubalik waktu, N`tuk hapus result
Kureka langkah, N`tuk rangkai asa
Namun semua sia-sia
Itukah takdir ?.
Itukah suratan?.
Atau salah gunakan tangan?...
Mungkin
Lalu ,
Dimana engkau wahai nasib
Tak kulihat di daun waru
Tidak juga di garis tangan
Adakah takdir penentumu ?.
Entahlah...
Adakah engkau sebuah pilihankebolehjadian ?.
Entah jugalah...
Adakah engkau sesuatu yang telah ditetapkan, sebuah keadaan yang mau tidak mau harus diterima ?.
Sebuah otoritas milikNya, dan secara absolut Dia berhak meletakkan engkau di posisi tersebut ?.
Akh ..lagi, lagi entahlah...
Satu hal yang kutahu ;
Ada untung yang tak bisa diraih, ada malang yang tak bisa ditolak.
Itulah hukum besi alam yang namanya takdir.
Dan ;
Ada untung yang sangat bisa diraih, ada malang yang sangat bisa ditolak.
Dan barangkali itulah nasib.
Mungkinkah nasib dan takdir bagai jawaban lembar ujian dan rapor ?. Dua hal yang berada dalam ranah otoritas berbeda
Sedikit nakal aku bertanya ; Lalu…. siapakah sebenarnya sang penentu nasib ?.Dan siapakah sebenarnya sang penentu takdir ?.
ya nampaknya begitu - terima kasih ...perlu usaha tidak boleh menyerah dengan alasan sudah takdir atau nasib - pada hal yang begitu muncul setelah tutp buku harian atau bulanan - walaupun begitu harus diulangi namun tentu tidak dengan cara yang sama, perlu inovasi baru ... ...tapi ya ngomongin lebih mudah dari ngerjain kan ...semoga Tuhan memberikan petunjuk ya kegigihan dan semangat ....terima kasih
ReplyDelete